Hay sobat semua. Kali ini Adit Mujeck akan memberikan anda tips Cara Download Video Di Youtube Menggunakan HP dengan Mudah. siapa cobak yang tidak tau youtube, situs yang menampilkan video - video yang di unggah oleh semua orang didunia. Biasanya orang menggunakan youtube hanya melihat video saja tetapi jika koneksinya kurang bagus video tersebut akan loading terus. sekarang anda bisa mendownloadnya menggunakan hp. pengentau caranya bukan, langsung saja ikuti cara dibawah ini.
Cara mendownload video lewat hp :
1. Untuk langkah pertama silahkan anda kunjungi tubezen.com.
2. Setelah berada pada situs tersebut silahkan anda cari video yang diinginkan dengan memasukan kata kunci video yang ingin dicari pada kotak "Search Youtube & Download", setelah itu anda pilih search.
3. Nah setelah proses pencarian selesai akan terdapat pilihan video yang tampil, untuk mengunduhnya silahkan anda klik Download in 3gp(Low-Med-High),MP3,Flv,MP4
4. Setelah itu scroll kebawah dan silahkan anda pilih format video yang diinginkan
5. Lalu klik download untuk memulai proses download dan menyimpan file video tersebut di hp anda.
Semoga artikel Lufky tentang Cara Download Video Di Youtube Menggunakan HP dengan Mudah bermanfaat untuk anda semuanya.
Terimakasih. . ( sumber : lufky.blogspot.com )
Friday, February 6, 2015
Cara Nonton Video Youtube Tanpa Loading atau Buffering dengan Mudah dan Terbaru
Hay sobat semua. kali ini Adit Mujeck akan membuat artikel tentang Cara Nonton Video Youtube Tanpa Loading atau Buffering dengan Mudah dan Terbaru. kalian pasti akan sangat marah bukan jika mau nonton video di youtube tetapi selalu loading terus. sekarang saya punya solusinya, penasaran langsung saja ikuti cara dibawah ini.
Cara Nonton Video Youtube Tanpa Buffering :
1. Buka Google Crome, disini saya memberikan contoh google crome karena google crome tidak perlu menggunakan flas player.
2. Anda kunjungi situ ini : www.youtube.com/html5 di adrees bar.
3. Jika sudah terbuka anda arahkan mouse sobat ke Gabung dengan Uji Coba HTML 5, untuk bentuk tulisannya seperti dibawah ini.
4. Anda masuukan kata kunci video yang akan anda lihat.
5. Dan anda bisa lihat dengan tanpa Loading
Cuku itu saja artikel saya tentang Cara Nonton Video Youtube Tanpa Loading atau Buffering dengan Mudah dan Terbaru semoga bermanfaat.
Terimakasih . . (lufky.blogspot.com )
Thursday, February 5, 2015
Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sesaat setelah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 selesai dibacakan, penyebaran berita proklamasi kemerdekaan Indoenesia gencar dilakukan agar berita kemerdekaan ini sampai ke seluruh pelosok di tanah air bahkan luar negeri. Berbagai upaya ditempuh untuk kepentingan ini. Baik melalui media seperti radio, koran, pamflet, coretan-coretan di dinding dan gerbong-gerbong kerata api (grafiti) maupun melalui lisan dari mulut ke mulut. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh BPUPKI atau PPKI tetapi oleh setiap lapisan masyarakat di negeri ini, terutama dari kalangan pemuda.
Penyebarluasan berita proklamasi ini sangat penting untuk dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari rakyat sendiri dan dunia internasional. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara merdeka. Sebuah negara dapat diakui dunia internasional sebagai negara yang berdaulat atau merdeka harus memenuhi 4 syarat berikut ini :
1. Memiliki wilayah
2. Memiliki rakyat
3. Pemerintahan yang berdaulat (memiliki susunan penyelenggaraan negara seperti lembaga yudikatif, legislatif, eksekutif, dan sebagainya)
4. Mendapatkan pengakuan dari negara lain (baik secara de facto maupun secara de jure).
Proses dan Semangat Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Penyebaran berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ini sendiri berawal dari pesan Drs. Moh. Hatta kepada pemuda B.M. Diah seorang wartawan yang ikut hadir dalam perumusan teks proklamasi, untuk, memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia. Pesan ini disampaikan oleh Drs. Mohammad Hatta, pada tanggal 16 Agustus 1945 jam 20.00 WIB sesaat setelah teks proklamasi kemerdekaan selesai dirumuskan.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi tersebut berhasil diselundupkan dan sampai ke tangan Waidan B. Palenewen, seorang Kepala Bagian dari Kantor Berita Domei (sekarang : Kantor Berita Antara) . Waidan B. Palenewen menerima teks tersebut dari seorang wartawan berita Domei sendiri yang bernama Syahruddin. Seterusnya Waidan memerintahkan seorang markonis radio yang bernama F. Wuz untuk menyiarkannya secara terus menerus dengan jeda waktu 30 menit sampai pukul 16.00 saat siaran berhenti.
Mendengar siaran berita Radio Domei/Yoshima ini, pucuk pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita tersebut dan menyatakannya sebagai kekeliruan. Namun hal ini tidak dapat menyurutkan semangat para wartawan Radio Domei untuk tetap menyiarkannya. Akibatnya pada tanggal 20 Agustus 1945 kantor berita tersebut disegel dan para pegawainya dilarang masuk.
Namun semangat para tokoh pemuda bangsa ini memang sangat luar biasa. Setelah kantor berita tersebut disegel, mereka tanpa sepengetahuan militer Jepang, mengambil beberapa peralatan penting yang dimiliki Kantor Berita Domei. Kemudian mereka membuat pemancar baru di jalan Menteng 31 Jakarta, dengan bantuan beberapa teknisi radio, yaitu Sukarman, Sutanto, Susilahardja, Suhandar, dan M. Yusuf Ronodipuro. Bahkan kemudian M. Yusuf Ronodipuro bertindak sebagai pembaca berita proklamasi. Dengan kode panggilan DJK 1 pemancar baru ini terus menerus menyiarkan berita ke seluruh pelosok Jawa dan tanah air.
Siaran lewat Radio juga sempat dilakukan oleh Radio Hoso Kanri Kyoku (sekarang : Radio Republik Indonesia/RRI). Tepat pukul 19.00, setengah jam setelah Domei menyiarkan berita proklamasi, para penyiar dari radio ini seperti M. Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto berperan besar dalam menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan tersebut.
Sementara itu di jalan-jalan, di tembok-tembok, di gerbong-gerbong kereta api dan sebagainya semangat kemerdekaan dan revolusi tercermin dalam setiap tulisan-tulisan atau slogan-slogan. Bukan hanya dalam bentuk tulisan atau grafiti bahkan diteriakkan dengan semangat yang membara. Misalnya beberapa dari slogan-slogan tersebut seperti : “Respect our Constitution, 17 August! Hormatilah Konstitusi kami, tanggal 17 Agustus! ; Sekali Merdeka Tetap Merdeka! ; Merdeka atau Mati!
Peranan surat kabar-surat kabar juga tidak kalah pentingnya dalam menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ini. Yang tercatat pertama kali menyebarkan berita tersebut adalah surat kabar Thahaja yang terbit di Bandung dan Soera Asia yang terbit di Surabaya. Para pemuda yang terkenal berjuang lewat pers adalah Adam Malik, Sajoeti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H., Manai Sophian, dan Ali Hasyim.
Pemerintah Republik Indonesia yang baru terbentuk juga menugaskan kepada para Gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 Septembar 1945 untuk segera kembali kepada tugasnya masing-masing guna menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ini di wilayahnya. Tokoh-tokoh tesebut antara lain :
1. Teuku Muhammad Hasan untuk wilayah Sumatera
2. Sam Ratulangi untuk daerah Sulawesi
3. Ktut Pudja untuk daerah Nusa Tenggara
4. Ir. Mohammad Nur untuk daerah Kalimantan
Reaksi Masyarakat Indonesia
Reaksi masyarakat terhadap berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ini beragam, ada yang menyambut dengan antusias dan penuh suka cita (perasaan ini datang dari sebagian besar masyarakat Indonesia, ada yang tidak percaya dan menganggap berita itu hanya sebagai isu (biasanya ini dari kalangan yang jauh dari Jakarta), dan ada yang ragu-ragu dan lebih memilih bersikap tenang dan waspada serta melihat perkembangan selanjutnya.
Para raja di Jawa dan Bali menyatakan dukungan atas berdirinya RI. Di Sulawesi, Makasar, dan Bugis banyak pula mengakui kekuasaan Sam Ratulangi sebagai Gubernur. Raja Bone juga memberikan dukungan atas berdirinya RI, tapi masih banyak raja-raja di luar Jawa yang tidak mau mengakui kekuasaan RI karena fanatisme golongan. Mereka ini adalah orang-orang yang selama ini selalu mendapatkan keuntungan dari penjajah Belanda ,mereka lebih suka Belanda kembali menguasai Indonesia. Dan mereka tidak suka dengan para pemimpin bangsa yang ada di Jakarta yang dianggap bersifat radikal, bukan ningrat, dan kadang-kadang bersifat islami.
Demikianlah uraian yang dapat saya lakukan tentang Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Sumber artikel :
Dari berbagai sumber
PROSES PENYEBARAN BERITA PROKLAMASI
PENYEBARAN BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
Pentingnya penyebaran berita kemerdekaan Indonesia telah disadari sejak teks proklamasi kemerdekaan selesai dirumuskan. Kalangan yang berperan dalam penyebarluasan berita itu antara lain para pemuda dan pegawai kantor berita Domei.
◊ Kegiatan Para Pemuda
Setelah selesai perumusan teksproklamasi, Soekarno berpesan kepada para pemuda untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya keber bagai tempat. Untuk menjalankan tugas itu, para pemuda membagi pekerjaan dalam kelompok-kelompok agar berita proklamasi bisa lebih cepat sampai pada masyarakat. Ada kelompok yang bertugas untuk menyebarluaskan berita proklamasi dalam bentuktulisan, adapula yang menyebarluaskannya dari mulut kemulut secara beranting.
Beberapa hari kemudian ,kelompok pemuda di markas Menteng 31 terlibat pula berjuang dalam kegiatan penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Banyak pemuda berdatangan kemarkas itu untuk menyumbangkan tenaga demi kepentingan bangsa. Dengan tulus dan tiada kenal lelah ,mereka berusaha menyebarkan stensilan naskah proklamasi keseluruh penjuru kota dan daerah dengan menggunakan mobil, sepeda dan bahkan berjalan kaki. Meskipun stensilan naskah telah digandakan puluhan ribu, namun ternyata tidak cukup melayani permintaan naskah yang begitu banyak. Oleh karena itu, Supardjo yang bekerja di Balai Pustaka dimintai bantuan untuk mencetak puluhan ribu lagi.Demikian pula, B.M Diah diminta supaya menggunakan percetakan Asia Raya untuk mencetak ratusan ribu eksemplar naskah proklamasi tersebut.
Salah satukelompok yang terkemuka adalah kelompok Sukarni, yang bermarkas di Jalan Bogor Lama (sekarangJalan Dr. Sahardjo).Dini hari tanggal 17 Agustus 1945 kelompok tersebut mengadakan rapat rahasia di Kepu (Kemayoran), kemudian pindah ke Defensielijn van den Bosch (sekarang Jalan Bungur Besar) untuk mengatur cara penyiaran proklamasi.
Para pemuda memanfaatkan semua media komunikasi yang ada untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Media komunikasi yang banyak digunakan adalah pamphlet dan surat kabar. Sejumlah pamphlet besar disebarkan keberbagai penjuru kota. Pamflet itu juga dipasang di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat khalayak ramai. Pada tanggal 20 Agustus 1945, secara serempak surat kabar dan Suara Asia yang perta,a kali memuat berita kemerdekaan diseluruh Jawa memuat berita tentang proklamasi kemerdekaan. Keampuhan cara itu terbukti dari berdatangannya masyarakat kelapangan Ikada untuk mendengarkan pembacaan proklamasi kemerdekaan, meskipun ternyata tidak dilakukan di tempat itu.
KegiatanPegawai Kantor Berita Domei
Menjelang sore hari, tanggal 17 Agustus 1945, wartawan kantor berita Domei yang bernama Syahruddin menyampaikan foto kopi teks proklamasikepada Waidan B. Palenewen kepala bagian radio. Segera ia memerintahkan kepada markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi sebanyak 3 kali berturut-turut.
Penyiaran baru dapat dilaksanakan sebanyak 2 kali saat tentara Jepang memerintahkan agar penyiaran dihentikan.Namun, Waidan B. Palenewen tetap memerintahkan markonis untuk terus menyiarkan. Bahkan, penyiaran terus diulangi setiap 30 menit sampai saat siaran berakhir pada pukul 16.00.
Untuk menghalangi penyebarluasan berita proklamasi, pimpinan bala tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita proklamasi sebagai suatu kekeliruan. Tindakan selanjutnya adalah menyegel kantor berita Domei, pada tanggal 20 Agustus 1945. Para pegawainya dilarang masuk.
Tindakan Jepang itu tidak menyurutkan tekad para pegawai kantor berita Domei untuk menyebarluaskan berita proklamasi. Dengan bantuan sejumlah teknisi radio, mereka berupaya membuat pemancar baru. Peralatan pemancar yang dibutuhkan diambil bagian demi bagian dari kantor berita Domei. Sebagian dibawa kerumah Waidan B. Palenewen, sebagian lagi ke Menteng 31. Akhirnya, berdirilah pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I berkenaan dengan hal itu, tidak bisa dilupakan jasa Jusuf Ronodipuro dari Radio Hosokioku di Gambir Barat. Ia telah mencuri kesempatan mengudarakan teks proklamasi sehingga siaranya tertangkap di Singapura dan seluruh dunia.
-semoga bermanfaat- ( SUMBER : brainly.co.id )
Pentingnya penyebaran berita kemerdekaan Indonesia telah disadari sejak teks proklamasi kemerdekaan selesai dirumuskan. Kalangan yang berperan dalam penyebarluasan berita itu antara lain para pemuda dan pegawai kantor berita Domei.
◊ Kegiatan Para Pemuda
Setelah selesai perumusan teksproklamasi, Soekarno berpesan kepada para pemuda untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya keber bagai tempat. Untuk menjalankan tugas itu, para pemuda membagi pekerjaan dalam kelompok-kelompok agar berita proklamasi bisa lebih cepat sampai pada masyarakat. Ada kelompok yang bertugas untuk menyebarluaskan berita proklamasi dalam bentuktulisan, adapula yang menyebarluaskannya dari mulut kemulut secara beranting.
Beberapa hari kemudian ,kelompok pemuda di markas Menteng 31 terlibat pula berjuang dalam kegiatan penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Banyak pemuda berdatangan kemarkas itu untuk menyumbangkan tenaga demi kepentingan bangsa. Dengan tulus dan tiada kenal lelah ,mereka berusaha menyebarkan stensilan naskah proklamasi keseluruh penjuru kota dan daerah dengan menggunakan mobil, sepeda dan bahkan berjalan kaki. Meskipun stensilan naskah telah digandakan puluhan ribu, namun ternyata tidak cukup melayani permintaan naskah yang begitu banyak. Oleh karena itu, Supardjo yang bekerja di Balai Pustaka dimintai bantuan untuk mencetak puluhan ribu lagi.Demikian pula, B.M Diah diminta supaya menggunakan percetakan Asia Raya untuk mencetak ratusan ribu eksemplar naskah proklamasi tersebut.
Salah satukelompok yang terkemuka adalah kelompok Sukarni, yang bermarkas di Jalan Bogor Lama (sekarangJalan Dr. Sahardjo).Dini hari tanggal 17 Agustus 1945 kelompok tersebut mengadakan rapat rahasia di Kepu (Kemayoran), kemudian pindah ke Defensielijn van den Bosch (sekarang Jalan Bungur Besar) untuk mengatur cara penyiaran proklamasi.
Para pemuda memanfaatkan semua media komunikasi yang ada untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Media komunikasi yang banyak digunakan adalah pamphlet dan surat kabar. Sejumlah pamphlet besar disebarkan keberbagai penjuru kota. Pamflet itu juga dipasang di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat khalayak ramai. Pada tanggal 20 Agustus 1945, secara serempak surat kabar dan Suara Asia yang perta,a kali memuat berita kemerdekaan diseluruh Jawa memuat berita tentang proklamasi kemerdekaan. Keampuhan cara itu terbukti dari berdatangannya masyarakat kelapangan Ikada untuk mendengarkan pembacaan proklamasi kemerdekaan, meskipun ternyata tidak dilakukan di tempat itu.
KegiatanPegawai Kantor Berita Domei
Menjelang sore hari, tanggal 17 Agustus 1945, wartawan kantor berita Domei yang bernama Syahruddin menyampaikan foto kopi teks proklamasikepada Waidan B. Palenewen kepala bagian radio. Segera ia memerintahkan kepada markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi sebanyak 3 kali berturut-turut.
Penyiaran baru dapat dilaksanakan sebanyak 2 kali saat tentara Jepang memerintahkan agar penyiaran dihentikan.Namun, Waidan B. Palenewen tetap memerintahkan markonis untuk terus menyiarkan. Bahkan, penyiaran terus diulangi setiap 30 menit sampai saat siaran berakhir pada pukul 16.00.
Untuk menghalangi penyebarluasan berita proklamasi, pimpinan bala tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita proklamasi sebagai suatu kekeliruan. Tindakan selanjutnya adalah menyegel kantor berita Domei, pada tanggal 20 Agustus 1945. Para pegawainya dilarang masuk.
Tindakan Jepang itu tidak menyurutkan tekad para pegawai kantor berita Domei untuk menyebarluaskan berita proklamasi. Dengan bantuan sejumlah teknisi radio, mereka berupaya membuat pemancar baru. Peralatan pemancar yang dibutuhkan diambil bagian demi bagian dari kantor berita Domei. Sebagian dibawa kerumah Waidan B. Palenewen, sebagian lagi ke Menteng 31. Akhirnya, berdirilah pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I berkenaan dengan hal itu, tidak bisa dilupakan jasa Jusuf Ronodipuro dari Radio Hosokioku di Gambir Barat. Ia telah mencuri kesempatan mengudarakan teks proklamasi sehingga siaranya tertangkap di Singapura dan seluruh dunia.
-semoga bermanfaat- ( SUMBER : brainly.co.id )
Awas, Fogging!
Gara-gara nyamuk atau akibat ulah sendiri? Itulah yang terpikir kala membaca surat dari RT yang tergeletak di atas meja. Dua hari kemudian (11/4/2012) asap putih tebal pun menyelimuti rumah-rumah di tiga RT di Kelurahan Jati Padang Pasar Minggu. Warga pun bergerombol di luar rumah sembari menutup hidung dengan tangan, atau wajah tertutup kain alakadarnya demi menghindar dari bau kerosin. Dua petugas diantar Pak RT dengan sigap masuk ke lorong dan gang sempit, lalu masuk ke setiap rumah. Walau tidak harus ada dan terlihat di sudut rumah dan perkampungan, nyamuk dewasa menjadi sasarannya.
Bukan kabut pagi hari, namun saat kesehatan lingkungan terabaikan (dok.pribadi)
Nyamuk mungkin serangga paling menjengkelkan di Indonesia. Saya meyakini hampir 100 persen penduduk Indonesia pernah merasakan gigitannya. Masih syukur jika mereka cuma berputar-putar, walau suaranya bikin senewen. Saat mereka mendarat di permukaan kulit, lalu seenaknya saja menghisap sebagian darah, kejengkelan pun bertambah. Jika cuma gatal saja tidak mengapa. Namun saat badan meriang beberapa hari – bahkan ada yang tanpa deman sama sekali, lalu tiba-tiba dingin dan lemas tak berdaya, pikiran pun mulai kalut. Ketika hasil tes darah menyebuktan kadar trombosit terjun bebas hingga di bawah 100 ribu, kalut makin menjadi-jadi. Akhirnya keluar hasil diagnosanya: Deman Berdarah.
Vonis demam berdarah dari dokter pun dilaporkan ke ketua RT/RW. Jika korbannya banyak, atau terjadi epidemi di wilayah tertentu, maka salah satu tindakan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas adalah fogging. Akhirnya semua dipukul rata, satu kompleks pun kena sasaran fogging, bahkan setiap sudut di dalam rumah pun diasapi. Kita pun dibuat repot lagi sebelum dan sesudah fogging.
Petugas fogging dan Pak RT bahu-membahu di dalam rumah (dok.pribadi)
Dulu pengasapan bercampur pestisida biasanya dilakukan di sawah-sawah guna mengusir hama tikus. Atau saat petani menyemprotkan insektisida di sawah-sawah untuk mematikan hama wereng. Kini aerosol atau semburan asap putih itu bisa memenuhi rumah-rumah. Memang berabe, namun demi kesehatan lingkungan, rumah pun harus direlakan dibombardir dengan semburan asap putih berbau minyak tanah. Penghuni harus menyingkir beberapa saat, bahkan bisa dalam hitungan jam. Berbahayakan bagi manusia?
Mas, pakai masker dong, nanti menghirup insektisida lho (dok.pribadi)
Namanya juga insektisida, pasti ada risikonya. Bukan terhadap nyamuknya saja, namun akumulasinya pun bisa mengancam kesehatan manusia. Apalagi jika dosis tinggi atau terakumulasi dalam tubuh manusia. Lalu, bahan kimia apa sih yang disemprotkan itu?
Jenis insektisida yang digunakan pada fogging melawan nyamuk (sumber: WHO)
Klasifikasi bahaya bahan aktif atau Active Ingredient (Ai) pada standar WHO adalah: “Class II, moderately hazardous; class III, slightly hazardous; class U, unlikely to pose an acute hazard in normal use”. Itulah mengapa dosis insectisida pada fogging termasuk faktor yang tertuang dalam standar prosedur. Selain bertujuan mematikan nyamuk secara efektif – jangan sampai mereka malah kebal- dosis insektisida perlu dikendalikan agar tidak berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungannya.
*****
Fogging bertujuan untuk mematikan nyamuk dewasa, setidaknya nyamuk yang sudah bisa mengudara. Bukan telur atau jentiknya, yang pada saat yang sama mungkin bersemayam aman di menara air atau genangan air yang tidak bisa ditembus asap. Fogging menjadi opsi terakhir ketika wabah deman berdarah terjadi di satu wilayah. Tindakan kuratif terhadap lingkungan yang banyak nyamuk, yang patut diduga sebagai vector atau pembawa virus yang bisa membuat manusia menderita. Kata WHO: “Space spraying of insecticides (fogging) should not be used except in an epidemic situation”. Prosedur standar pun diberlakukan, sebelum dan sesudah tindakan fogging, termasuk spesifikasi dan kalibrasi alat penyemprot.
�Senjata pembunuh massal� (Sumber: WHO)
Fogging memang harus dilakukan hati-hati dan cermat, sesuai dengan prosedur standar dari dinas kesehatan yang mengacu ke standar WHO. Manusia, alat, bahan, dan kondisi lingkungan harus ditelaah sebelumnya. Misalnya, arah angin pun bisa menjadi faktor yang dipertimbangkan. Pun dosis insectisidanya harus pas. Jika tidak, fogging bisa membuat nyamuk malah kebal atau resisten terhadap insektisida.
Pernah melihat petugas fogging dengan perlengkapan seperti ini? (sumber: WHO)
Fogging memang tidak dilakukan sembarangan, dan bukan tindakan yang selalu direkomendasikan, kecuali memenuhi syarat. Bagaimana pun tindakan preventif untuk mencegah merajalelanya nyamuk seharusnya menjadi priroritas. Menurut WHO, ada beberapa tindak pengendalian yang bisa dilakukan, selain Insecticide spraying, yaitu:Chemical treatment of breeding sites, Biological control, Environmental management and vector control, dan Community mobilization. Contohnya, kita tabur abate di penampungan air agar jentik tidak sempat bermetamorfosa menjadi nyamuk. Kita tanam ikan agar bisa menelan jentik, atau ada bakteri parasit bagi jentik.
Arah Angin pun perlu dipertimbangkan saat fogging di pemukiman (Sumber: WHO)
Kita mengenal pula istilah 3M Plus yang sering dikampanyekan, yaitu Menutup, Menguras, Mengubur, dan Menggunakan anti nyamuk terpercaya. Namun, kasus demam berdarah tetap sering terjadi berulang-kali. Adakah yang salah dengan tindakan kita, baik pemerintah maupun warga di Indonesia?
Tindak yang lebih efektif, namun masih sulit implementasinya di Indonesia adalah pengendalian lingkungan dan mobilisasi warga secara masif, serentak, dan berkelanjutan. Kesadaran kolektif dan tindakan bersama belum terlihat dalam pencegahan Demam berdarah. Indonesia seolah pasrah dengan perubahan cuaca. Ketika musim hujan meninggalkan genangan air maka serangan nyamuk pun mengancam.
*****
Indonesia dikenal sebagai negara paling sering kena wabah Demam Berdarah. Menurut catatan WHO, Indonesia tergolong wilayah dengan kasus wabah dengan frekuensi dan tingkat kematian tinggi, yakni dengan 58065 kasus dan 504 meninggal pada tahun 2011, seperti tercantum dalam Report of The Eighth Meeting of The Global Collaboration for Development of Pesticides For Public Health, yang dirilis oleh WHO pada tahun 2012. Indonesia dikenal sebagai negara pertama yang terkena virus Dengue yaitu pada tahun 1968. Tidak heran jika negeri ini masuk dalam peta versi DengueMap, yang dirilis oleh jaringan kolaborasi antar rumah sakit di dunia.
Peta dunia penyebaran Dengue (Sumber: www.healthmap.org/dengue)
Menurut Dr Ronald Rosenberg pada laporan WHO tahun 2012, sekitar satu milyar penduduk dunia menghadapi risiko tinggi terinfeksi virus dengue dan lebih dari 50 juta penduduk terinfeksi per tahun. Penyebaran virus tersebut seiring dengan laju urbanisasi, ketidakcukupan pasokan air, dan perubahan iklim. Wilayah penyebaran virus tersebut terkonsentrasi di daerah tropis dan sub tropis. Menurut laporan WHO terakhir, Indonesia masih menghadapi kendala dalam pemberantasan demam dengue, yakni belum adanya obat atau vaksin khusus, rendahnya partisipasi masyarakat, pengawasan yang kurang intensif, laju kasus fatal di beberapa wilayah, dan keterbatasan anggaran.
*****
Mudah-mudahan fogging tidak sering lagi. Bukan tidak mau repot lagi, namun program pengelolaan dan pengendalian lingkungan sudah cukup efektif untuk mencegah nyamuk merajalela di Indonesia. (sumber: kompasiana.com )
Seberapa Ampuh Fogging Cegah DBD?
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bisanya dilakukan dengan 3 M yakni menutup, menguras, dan mengubur. Tapi, fogging selalu menjadi pilihan masyarakat. Ampuhkan cara tersebut?
Dalam acara `SOHO #BetterU: Waspadai Kebocoran Plasma Saat DBD` di Jakarta, ditulis Kamis (12/6/2014), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI mengatakan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh larva (jentik-jentik). Sebab, untuk membunuh jentik harus diberikan larvasida.
"Karena nyamuk dewasa yang bisa menyebabkan demam berdarah maka fogginglah yang harus diberikan. Sedangkan jentik-jentik tidak, karena keberadaannya di genangan air," kata Leonard.
Meski fogging masih menjadi salah satu cara pencegahan populer, Leonard mengingatkan agar kita lebih waspada dan hati-hati karena banyak efek sampingnya. Bila terhirup akan membuat saluran napas kita terganggu dan jika terhirup terlalu banyak akan membuat kita sesak napas.
"Kalau kita menggunakan larvasida untuk membunuh jentik tidak juga ditambah fogging maka tidak akan bisa mencegah dengan sangat baik," kata Leonard menerangkan.
Tapi kini, mengetahui fogging memiliki efek samping bagi kesehatan, pemerintah mengeluarkan fogging fokus.
"Kalau dulu fogging saja. Jika ada seseorang yang kena demam berdarah dan ada surat dari rumah sakit bahwa si A benar-benar DBD, secara otomatis dari radius 100 meter sudah harus di-fogging. Sekarang tidak lagi," kata Leonard mencontohkan.
Untuk fogging fokus, lanjut Leonar, jika di suatu wilayah ada warga yang terkena DBD sampai harus dirawat di rumah sakit, maka petugas medis akan memeriksa apakah ada jentik nyamuk di wilayah tersebut. Bisa saja warga yang menderita DBD itu, terkenanya bukan di rumah melainkan di tempat lain.
"DBD ini di lantai berapa pun bisa terkena. Karena sifat nyamuk yang sebagai vektor adalah multiple byte, tak menutup kemungkinan si nyamuk terikut di dalam lift," kata Leonard.
Maka itu, ketika tim medis benar-benar menemukan ada jentik, barulah dilakukan fogging. Jika tidak ditemukan dan diduga pasien itu terkena tidak di wilayahnya melainkan wilayah lain, maka tidak akan difogging. "Mengingat efek samping yang ditibulkan oleh fogging, maka sekarang lebih selektif," kata Leonard menekankan.
Dalam acara `SOHO #BetterU: Waspadai Kebocoran Plasma Saat DBD` di Jakarta, ditulis Kamis (12/6/2014), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI mengatakan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh larva (jentik-jentik). Sebab, untuk membunuh jentik harus diberikan larvasida.
"Karena nyamuk dewasa yang bisa menyebabkan demam berdarah maka fogginglah yang harus diberikan. Sedangkan jentik-jentik tidak, karena keberadaannya di genangan air," kata Leonard.
Meski fogging masih menjadi salah satu cara pencegahan populer, Leonard mengingatkan agar kita lebih waspada dan hati-hati karena banyak efek sampingnya. Bila terhirup akan membuat saluran napas kita terganggu dan jika terhirup terlalu banyak akan membuat kita sesak napas.
"Kalau kita menggunakan larvasida untuk membunuh jentik tidak juga ditambah fogging maka tidak akan bisa mencegah dengan sangat baik," kata Leonard menerangkan.
Tapi kini, mengetahui fogging memiliki efek samping bagi kesehatan, pemerintah mengeluarkan fogging fokus.
"Kalau dulu fogging saja. Jika ada seseorang yang kena demam berdarah dan ada surat dari rumah sakit bahwa si A benar-benar DBD, secara otomatis dari radius 100 meter sudah harus di-fogging. Sekarang tidak lagi," kata Leonard mencontohkan.
Untuk fogging fokus, lanjut Leonar, jika di suatu wilayah ada warga yang terkena DBD sampai harus dirawat di rumah sakit, maka petugas medis akan memeriksa apakah ada jentik nyamuk di wilayah tersebut. Bisa saja warga yang menderita DBD itu, terkenanya bukan di rumah melainkan di tempat lain.
"DBD ini di lantai berapa pun bisa terkena. Karena sifat nyamuk yang sebagai vektor adalah multiple byte, tak menutup kemungkinan si nyamuk terikut di dalam lift," kata Leonard.
Maka itu, ketika tim medis benar-benar menemukan ada jentik, barulah dilakukan fogging. Jika tidak ditemukan dan diduga pasien itu terkena tidak di wilayahnya melainkan wilayah lain, maka tidak akan difogging. "Mengingat efek samping yang ditibulkan oleh fogging, maka sekarang lebih selektif," kata Leonard menekankan.
Ketahuilah! Enam Dampak Usai Fogging
SEJAUH ini dampak penyemprotan berupa fogging sempat menimbulkan tanda masyarakat awam. Sebagian membicarakan tentang dampak negatiffogging tersebut.
Kepada Bangkapos.com, baru-baru ini Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pemkot Pangkalpinang, Restu Novianti mengungkapkan dampak dari fogging sebagai berikut:
1 Banyak polutan (zat pencemar) yang dapat mencemati makanan, air minum dan lingkungan rumah setelah pelaksanaan fogging dapat mengganggu kesehatan warga baik secara langsung maupun tidak langsung.
2 Pada saat akan dilakukan fogging warga diimbau untuk menutup rapat-rapat makanan, air minum, air mandi, piring, gelas, sendok dsb.
3 Fogging bukan merupakan langkah pencegahan munculnya penderita DBD melainkan untuk memutus rantai bila telah terjadi penularan DBD.
4 Kandungan malathion pada asap fogging dapat menyebabkan kelainan saluran cerna (gastrointestinal) dan.bagi wanita hamil yang ter-papar malathionrisiko kelainan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar.
5 Paparan malation ini juga mengakibatkan Leukemia pada anak-anak, Aplastik anemia, gagal ginjal, dan defek pada bayi baru lahir, juga berperan dalam kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru serta penurunan sistem kekebalan tubuh.
6 Penelitian juga menyimpulkan malation mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.(Dinkes Pemkot/Bangkapos.com/ Gilang Puspita)
6 Penelitian juga menyimpulkan malation mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.(Dinkes Pemkot/Bangkapos.com/ Gilang Puspita)
Subscribe to:
Posts (Atom)





